Kamis, 21 Maret 2013
Keindahan Danau Toba
Danau Toba kini menjadi salah satu keajaiban wisata alam yang menakjubkan di nusantara. Danau Toba adalah danau berkawah yang sangat besar dimana pusat pulaunya hampir seluas negara Singapura. Dengan luas 1.145 kilometer persegi, Danau Toba menjadi danau terluas di Asia Tenggara dan terdalam di dunia yaitu sekitar 450 meter. Danau bertipe vulkanik ini merupakan danau terbesar kedua di dunia sesudah Danau Victoria di Afrika.
Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir. Di tengah Pulau Samosir terdapat dua danau indah yang diberi nama Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang. Daerah di sekitar Danau Toba memiliki hutan pinus yang tertata asri, serta terdapat beberapa air terjun yang sangat mempesona. Udaranya yang bersih dan sejuk sangat cocok menjadi tujuan wisata bersama keluarga Anda. Banyak aktifitas yang dapat Anda lakukan di sini. Berenang bersama keluarga, bersepeda, dan mendaki gunung.
Selain keindahan alamnya, nikmati pula berbagai wisata sejarah asli masyarakat Batak Toba. Anda akan menemukan berbagai peninggalan zaman purbakala seperti kuburan batu, makam Raja Sidabutar, yang usianya sudah 500 tahun. Juga terdapat Patung Sigale-Gale (Patung yang bisa menari). Di pulau ini Anda dapat menemukan segala jenis kebudayaan Toba yang unik dan kuno. Tunggu apalagi? Masih mencari tujuan wisata untuk menghabiskan waktu liburan bersama keluarga? Datanglah ke Danau Toba, dan nikmati keindahan wisata alam negeri sendiri.
Sumber : Kaskus.com
Rabu, 20 Maret 2013
Tiga Ombak Terdahsyat di Indonesia
Langsung saja tanpa basa-basi kita mulai.
1. Pantai Tanjung Setia
Pantai yang terletak di sepanjang pantai barat Lampung ini belum banyak dikenal orang. Tempatnya terpencil dan berselimut hutan lebat di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Pantai ini juga tak sepopuler Pantai Kuta di Bali atau Pantai Senggigi di Lombok.
Namun siapa sangka di balik itu semua, ombak di pantai tanjung setia begitu memikat para peselancar dunia. Bahkan tak jarang ada yang mengatakan inilah salah satu surganya para peselancar karena ombaknya sejajar dengan yang ada di Hawaii. Peselancar mancanegara yang suka berkunjung ke Pantai ini berasal dari Portugal, Afrika Selatan, Australia, Amerika, Spanyol, Belanda dan Jepang. Di pantai ini juga sering diadakan kompetisi surfing internasional.
Pantai Tanjung Setia berjarak 273 km atau 7 jam perjalanan darat dari Kota Bandar Lampung. Pantai yang terletak di Desa Tanjung Setia, Kabupaten Lampung Barat ini berada tepat di jalur arus besar Samudera Hindia. Hal ini membuat pantai ini memiliki ombak yang konstan. Pantai ini paling baik dikunjungi saat bulan Juni-Agustus karena ombaknya sangat bagus. Pada bulan tersebut, ombak bisa setinggi 6-7 meter dan dengan panjang mencapai 200 meter.
Selain karakteristik ombak yang menantang, panorama alam di sekitar pantai juga menyajikan pemandangan yang menarik untuk dinikmati. Pohon palem yang tumbuh lebat dan hijau di sekitar pantai menghadirkan suasana alam yang menyegarkan. Selain itu, kondisi pasir yang halus, bersih, dan putih bak mutiara menjadikan pantai ini sangat cocok untuk tempat berjemu.
Pantai yang terletak di sebuah teluk kecil ini sering digunakan oleh turis-turis asing untuk tempat memancing karena di pantai ini kaya akan ikan laut mulai ikan Tuna sampai Blue Marlin, Ikan jenis ini memiliki berat hingga mencapai 50 – 70 kilogram dengan ukuran panjang 170 sentimeter. Disini juga sudah tersedia cottage yang alami yang bangunannya menyatu dengan alam.
Lokasi Pantai Tanjung Setia
Pantai Tanjung Setia Lapung Terletak di Desa Tanjung Setia, Pesisir Selatan Kabupaten Lampung Barat, pantai mempesona ini terletak 52 km dari ibu kota kabupaten Liwa ke arah Krui, dan 273 km atau 6-7 jam dari ibu kota propinsi Bandar Lampung.
2. Pantai Plengkung G-Land
Ingin berselancar? beberapa pantai di Indonesia terkenal dengan surganya para peselancar. Sebut saja pantai - pantai yang ada Bali, Ombak Bono di Sungai Kampar dan pantai lainnya. Namun selain nama-nama di samping ada sebuah pantai di kawasan Banyuwangi yang ombaknya tak kalah menantang.
Pantainya sudah terkenal di mata para peselancar mancanegara. Nama pantainya adalah Plengkung atau lebih terkenal dengan sebutan G-Land yang berada di di Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur. Konon kabarnya G-Land ini memiliki ombak terbesar dan tertinggi kedua di dunia serta terpanjang di dunia. Dan menjadi salah satu yang terbaik dengan ombak setinggi 4-6 meter sepanjang 2 Km dalam formasi 7 gelombang bersusun.
Ombaknya No 2 Setelah Hawai
Ombak di Plengkung ini adalah nomor dua setelah Hawaii dan yang memiliki ombak terus menerus sepanjang tahun. Bagi para surfer, bulan Juli-September adalah waktu terbaik untuk mengunjungi pantai G-Land. Saat itu, ombak di pantai ini sedang bagus-bagusnya. Ombak di pantai ini terbagi menjadi 3 tingkatan, yaitu Kong Waves (tinggi ombak mencapai 6-8 meter), Speedis Waves (5-6 m), dan Many Track Waves (3-4 m). Tak mengherankan lantaran ombaknya yang begitu menantang, di tempat ini pernah diselenggarkan lomba selancar internasional Quicksilver Pro Surfing Championship pada 1995, 1996, dan 1997.
Untuk sebutan G-Landnya sendiri diberikan oleh penemunya karena wilayah ini menyerupai huruf G bila dilihat dari atas, kebetulan saat ditemukan pertama kali, penemunya sedang dalam perjalanan terbang dengan pesawat terbang diatas G-Land. Selain itu nama G-Land ini juga mengindikasikan dari kata Grajagan, yaitu nama dari sebuah teluk.
Sedangkan orang pertama yang mempopulerkan pantai dan ombak ini di Pantai Plengkung adalah Bob Laverty dan Bill Boyum di tahun 1972. Kemudian mereka mendirikan surf camp di sana dan akhirnya dikenal luas peselancar kelas dunia dari berbagai negara. Berikutnya, Bobby Radiasa seorang peselancar dari Bali , mengembangkan surf campdan mengelolanya hingga saat ini.
Pantai Plengkung ini selain bagus untuk surfing juga memiliki kombinasi tiga warna. Pantai G-Land mempunyai kombinasi tiga warna, yaitu putih, biru, dan hijau. Pemandangan tersebut akan terlihat dari laut. Sungguh pemandangan yang berbeda dari Bali atau pun Hawaii. Kalau Hawaii dan Bali, dibelakang pantainya itu gedung-gedung. Namun G-Land ini dilatarbelakangi oleh hutan yang hijau
3. Ombak Bono Riau
Ombak ini bukanlah ada di pantai seperti kebanyakan ombak lainnya, melainkan terdapat di sebuah sungai di Riau, tepatnya di Sungai Kampar. Walaupun di sungai, liarnya ombak tak kalah dengan yang ada di pantai. Tak heran, para penikmat ombak liar dari mancanegara sering datang ke tempat ini untuk berselancar.
Gelombang bono memiliki tinggi 4 hingga 6 meter dan membuat para surfer merasa tertantang. Selain tinggi, ombak ini juga panjang, sehingga membuat acara menyusur ombak terasa lebih seru bagi peselancar. Konon, hanya terdapat dua lokasi Bono di dunia yang tergolong besar, yakni di Brazil tepatnya di kuala Sungai Amazon dan lainnya di kuala Sungai Kampar, Pelalawan, Riau. Dan ombak Bono kuala Sungai Kampar disebut lebih besar dibandingkan ombak Bono di Sungai Amazon.
Gelombang Tujuh Hantu
Menurut cerita masyarakat Melayu lama, ombak Bono terjadi karena perwujudan 7 (tujuh) hantu yang sering menghancurkan sampan maupun kapal yang melintasi Kuala Kampar. Ombak besar ini menakutkan bagi masyarakat sehingga untuk melewatinya harus diadakan upacara semah. Ombak ini sangat mematikan ketika sampan atau kapal berhadapan dengannya. Tak jarang sampan hancur berkeping-keping di hantam ombak tersebut atau hancur karena menghantam tebing sungai. Tak sedikit kapal yang diputar balik dan tenggelam akibatnya.
Dahulunya gulungan ombak ini berjumlah 7 (tujuh) ombak besar dari 7 hantu. Ketika pada masa penjajahan Belanda, kapal-kapal transportasi Belanda sangat mengalami kesulitan untuk memasuki Kuala Kampar akibat ombak ini. Salah seorang komandan pasukan Belanda memerintahkan untuk menembak dengan meriam ombak besar tersebut. Entah karena kebetulan atau karena hal lain, salah satu ombak besar yang kena tembak meriam Belanda tidak pernah muncul lagi sampai sekarang. Maka sekarang ini hanya terdapat 6 (enam) gulungan besar gelombang ombak Bono.
Pertemuan Arus Sungai dan Laut
Nah, ombak Bono dijelaskan secara ilmiah merupakan fenomena alam yang terjadi karena pertemuan arus Sungai Kampar dengan arus Laut China Selatan. Sungai biasanya hanya memiliki aliran, yaitu dari hulu menuju hilir. Kadang, ada juga bagian sungai yang membuatnya terlihat seperti memiliki gelombang, namun itu hanyalah karena ada batu yang menahan laju aliran air. Beda halnya dengan yang ada di Sungai Kampar, di sini, bukan arus yang terlihat melainkan gelombang.
Meski terjadi sepanjang tahun, namun gelombang ini memiliki waktu-waktu terbaik. Jika ingin merasakan ombak yang besar dan panjang, datanglah pada saat bulan purnama, demikian dikutip dari buku Surfer Village).
Namun patut diingat jangan sekali-kali berani menaklukkan Gelombang Bono jika belum mahir berselancar. Karena jika Anda tidak bisa bertahan di atas ombak, Anda bisa hilang terseret gelombang dan muncul di hutan yang letaknya beratus meter atau bahkan kilometer dari tempat asal. Dan yang lebih buruknya lagi, Anda bisa saja jadi santapan buaya liar yang sedang lapar.
sumber : Kaskus.com
Minggu, 17 Maret 2013
Do's and Don'ts Di Pesawat
Yap. Gutten Nacht semuanya, bapak-bapak maupun ibu-ibu ditempat.
Postingan random ini mungkin akan sedikit membantu sobat-sobat sekalian yang belum pernah naik pesawat. Ya bisa jadi karena kelewat nervous gitu kan, jadi ng-googling dulu "APA YANG HARUS DILAKUKAN DI DALAM PESAWAT" atau bisa jadi "APA YANG TIDAK BOLEH DILAKUKAN DI DALAM PESAWAT". (sebenernya inilah ciri-ciri saya..... 'duh)
Langsung saja tanpa berbasa-basi lagi kita mulai pembahasan nya.
1. Do's : Membaca Majalah
Postingan random ini mungkin akan sedikit membantu sobat-sobat sekalian yang belum pernah naik pesawat. Ya bisa jadi karena kelewat nervous gitu kan, jadi ng-googling dulu "APA YANG HARUS DILAKUKAN DI DALAM PESAWAT" atau bisa jadi "APA YANG TIDAK BOLEH DILAKUKAN DI DALAM PESAWAT". (sebenernya inilah ciri-ciri saya..... 'duh)
Langsung saja tanpa berbasa-basi lagi kita mulai pembahasan nya.
1. Do's : Membaca Majalah
nah buat bapak-bapak atau ibu-ibu yang bete atau bingung kan mau ngapain di dalam pesawat, membaca majalah bisa dijadikan alternatif dalam menghabiskan waktu. Tidak cuma majalah yang bisa dibaca, namun banyak pilihan lain seperti koran, komik atau novel juga bisa dijadikan pilihan.
2. Don'ts : Membuat risih penumpang lain
coba bayangkan, lagi duduk enak-enak dipesawat kan.. denger lagu kesukaan, tiba-tiba ada penumpang lain ngajak ngobrol, atau bahkan buang angin yang sangat mematikan. Mencemari udara dan bisa membuat mual seketika. Coba lah anda bertingkah laku sewajarnya dan usahaa semaksimal mungkin tidak membuat penumpang lain risih. bergerak lah seperlunya dan bertanya lah seperlunya (alias SKSD lihat situasi).
3. Do's : Menghapal instruksi dipesawat
Nah ini wajib fardu ain buat dilakuin. Tidak cuma baca dan lihat instruksinya aja, tapi sebelum pesawat take off kan mbak-mbak pramugarinya menjelaskan how to dan step-step langkah penggunaan pelampung ataupun step-step penyelamatan diri. So, cermati dan ingat dengan baik. Nasib baik tidak selalu berada di pihak kita kan.. *dilemparin konblok*
Sebetulnya banyak Do's dan Don'ts yang harus dibahas, tetapi alangkah baiknya beberapa hal diatas di garis bawahi. Dan tetep ingat, setiap pergi sempatkan waktu untuk berdoa walaupun hanya 1 atau 2 menit.
Have a nice flight, guys! Selamat jalan-jalan! :D
Pesona Thailand
THAILAND selama ini selalu identik dengan wisata belanja dan kuliner. Wisatawan, terutama asal Asia, lebih sering merambah Bangkok yang memang dilengkapi dengan berbagai pilihan hidangan segar yang pedas-pedas asam maupun alternatif berbelanja, baik yang berkantong tebal maupun para budget traveler.
Padahal, Thailand lebih dari itu. Negara kerajaan ini dianugerahi pantai-pantai cantik, gunung-gunung angkuh menghijau, sungai-sungai besar dan panjang, serta keseharian masyarakat yang lekat dengan seni, budaya, dan agama. Perjalanan ke Thailand sesungguhnya dapat menyuguhkan pendewasaan diri dan peneguhan hati melalui berbagai tujuan wisata uniknya.
Inilah yang disadari oleh pemerintahnya yang sangat peduli pariwisata. Karenanya, seiring dengan diresmikannya Suvarnabhumi International Airport, bandara internasional terbaru dan terbesar di Asia, Pemerintah Thailand melalui institusi pariwisatanya, Tourism Authority of Thailand, turut mengembangkan semua potensi pariwisata di sekitar bandar udara canggih yang mewah dan super modern tersebut. Propinsi Chachoengsao.
Thailand's Largest Marble Temple
Walaupun namanya mungkin sulit untuk diucapkan oleh lidah Indonesia, tempat ini adalah salah satu 'daftar wajib' di Chachoengsao. Wat Sothon Wararam Woravihan merupakan sebuah kuil megah yang teramat cantik.
Berarsitektur khas Thailand dengan anjungan lancip sebagai atapnya, berhias sentuhan emas berkilauan, kuil ini sebenarnya mencerminkan gaya 'modern Thai'. Konstruksi atap yang dinamakan 'mondop style' ini memamerkan struktur persegi dengan empat kubah piramid yang bertumpuk, menaungi sebuah ruangan lapang untuk tempat beribadah di dalam kuil seluas 44,5 meter X 123,5 meter ini.
Dinding-dinding marmer yang diimpor dari Carrara, Italia, turut menambah kemegahan Wat Sothon Wararam Woravihan, menobatkannya sebagai salah satu kuil terbesar dan terindah di dunia. Kuil ini buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 16.00 waktu setempat.
Lokasi kuil yang berada tepat di tepi Sungai Bang Pakong menjadikannya tempat yang tepat untuk memulai penjelajahan di kawasan Chachoengsao. Setelah puas menikmati keindahan Wat Sothon Wararam Woravihan, Anda tinggal berjalan sedikit ke dermaga kecil di halaman belakangnya untuk bergabung dengan wisatawan lainnya di sebuah kapal kayu yang nyaman.
Kursi-kursi tertata rapi di geladak kapal terbuka ini dan para operator wisata dengan sigap menyajikan welcome drink saat Anda memasukinya.
The River of The Dragon
Tak lama, kapal perlahan-lahan meninggalkan dermaga dan mulai mengarungi sungai besar yang meliuk-liuk panjang ini. Karenanya, sungai ini dinamakan Bang Pakong yang artinya the river of the dragon atau sungai sang naga. Siapkan kamera Anda, karena panorama yang tersaji sangat luar biasa.
Pemandangan perkotaan dengan Wat Sothon Wararam Woravihan menjulang di tepi kiri sungai dan hutan bakau serta rumah-rumah apung di tepi kanannya. Sangat kontras dan mengagumkan!
Area sebelah kanan sungai ini juga merupakan wilayah perkebunan dan agrikultural yang kaya hasil alam. Penduduk di kawasan ini tinggal dalam sahaja keseharian yang sederhana dalam rumah-rumah kayu yang terapung di atas aliran Sungai Bang Pakong dan hidup dari hasil panen perkebunan mereka maupun dari hasil menangkap ikan dan udang di sungai.
Uniknya, meski tetap berkesan sederhana, beberapa rumah dibangun dengan arsitektur Eropa ala masa kolonial, lengkap dengan dermaga kecil di depan rumah dan sebuah perahu kayu terombang-ambing, terikat erat di salah satu kayu penyangganya.
Riverside Dining & Shopping
30 menit kemudian, sebuah perkampungan di atas air nampak di kejauhan. Beberapa rumah makan yang dibangun bagai mengapung di sungai ini mulai dipenuhi pengunjung yang hendak bersantap siang.
Inilah Baan Mai Market yang juga merupakan pasar kultural yang sudah berusia lebih dari 100 tahun! Kapal pun menepi di sebuah dermaga, tepat di depan Baan Pa Non Restaurant. Nikmati hidangan udang sungai yang lezat, salad Thailand yang segar dan the famous tom yam goong yang pedas, sebelum melanjutkan perjalanan.
Seusai bersantap, susuri lorong-lorong beraspal dan jalan-jalan setapak sempit dari kayu yang menyajikan pemandangan khas kehidupan tradisional masyarakat pinggir sungai di Thailand.
Kunjungi toko-toko dan kios-kios mungil yang Anda temui di perkampungan Baan Mai ini. Jangan ragu pula untuk mencicipi beragam pilihan jajanan, cemilan dan kue-kue yang dijual di sini. Semuanya lezat-lezat!
Didirikan oleh Raja Rama III di tepi Sungai Bang Pakong yang panjangnya 230 km ini, Baan Mai adalah perkampungan yang tertata rapi dan bersih, serta tetap dipertahankan keasliannya. Bahkan, kabarnya tempat ini tidak pernah mengalami perubahan apapun sejak Raja Rama V mengunjunginya di tahun 1907.
Pengembangan wilayah ini sebagai atraksi pariwisata yang unik sempat tertunda dan terbengkalai akibat krisis ekonomi dan berbagai bencana lainnya yang melanda Thailand beberapa tahun belakangan ini. Namun sejak tahun 2004, rencana pengembangan diteruskan dan dirampungkan oleh sebuah lembaga yang menamakan dirinya The Baan Mai Conservation Club.
Lucky Chinese Warriors
Jika Anda terus menyusuri lorong-lorong Baan Mai hingga ke sisi jalan raya, Anda juga akan menjumpai sebuah kuil Cina yang penuh legenda. Wat Chin Pracha Samoson atau dikenal pula dengan nama Wat Leng Hok Yi merupakan kuil Buddha dari sekte Mahanikaya yang berisi artefak-artefak khas Negeri Tirai Bambu, yang katanya mampu mengabulkan berbagai permohonan.
Contohnya saja tiga patung Buddha yang didirikan berdampingan dipercaya dapat menyembuhkan penyakit bagi para pemohonnya. Lalu ada pula 34 patung dari kertas yang merupakan bukti relasi bilateral Cina dan Thailand di masa lalu, serta memiliki nilai artistik yang sangat tinggi, konon juga bisa memberikan berkah dan keselamatan. Begitu pula patung Chai Seng lea, the Goddess of Luck yang dapat menganugerahkan kesuksesan.
Didirikan oleh Luang Chin Chok Heng, yang juga merupakan pendiri kuil Wat Mangkorn Kamalawat di Bangkok, Wat Chin Pracha Samoson memiliki atap bertingkat tujuh, dengan detil ornamen yang sangat intricate dalam setiap unsur interiornya.
Sebelum meninggalkan kuil ini, jangan lupa membunyikan lonceng yang terdapat di suatu sisi pintu utamanya. Ini pun dapat mendatangkan keberuntungan!
Temple of a Thousand Bats
Setelah itu, Sungai Bang Pakong yang legendaris harus ditinggalkan, karena perjalanan akan dilanjutkan dengan bis menuju sebuah kuil lainnya, kali ini di distrik Bang Khla. Wat Pho Bang Khla adalah kuil kuno yang dibangun pada masa kekuasaan Raja Taksin (1762-1772) untuk mengenang kawasan yang sempat digunakan sang raja saat berjuang mempertahankan kemerdekaan dari tangan Kerajaan Burma.
Namun maksud kunjungan ke kuil ini jauh dari segala niat untuk mengenang perjuangan Raja Taksin, melainkan justru untuk melihat ribuan kelelawar yang bergelantungan di pepohonan lebat di halaman kuil.
Kelelawar pemakan buah-buahan ini (fruit bats) hanya bisa ditemui di halaman kuil Wat Pho Bang Khla. Tak satupun yang memutuskan untuk bergelantungan di pepohonan yang berada di luar kuil. Agaknya mereka cukup cerdik dan tahu bahwa kuil ini menyediakan tempat peristirahatan yang aman dan nyaman.
Jika Anda berkunjung di siang hari, tentunya Anda hanya bisa melihat mereka dalam posisi tidur,that is upside down on the trees. Tapi Anda dapat pula berkunjung menjelang sunset untuk menyaksikan mereka terbang mencari makan pada saat matahari terbenam, dalam formasi yang sangat teratur. Mengagumkan!
Dikutip dari: Okezone.com
Sabtu, 16 Maret 2013
Backpacking?
Backpacking? Apaan sih tuh? Gimana sih tuh?
Yap,kali ini kita bakalan ngupas tuntas tentang backpacking dan segala sesuatunya.
Backpacking sendiri bisa dibilang mulai muncul dan dilakukan pada kaum Hippie pada tahun 60'an. Mereka melakukan perjalanan dengan hal-hal yang bisa dibilang konvensional dan mengandalkan sebuah tas besar yang mereka kenakan kemana mana. Ya, gampangnya sih.. Backpacker itu seorang yang melakukan perjalanan dengan cost tidak terlalu besar, ransel besarnya sehingga mobilitas mereka tidak terbatas, dan tentunya tidak menghilangkan rasa 'waw' dalam segala perjalanan yang mereka lakukan. Atau simplenya lagi sih ya, 'anti mainstream'~~ *dilemparin batu*
Jenis-jenis Backpacker
1. Flashpacker
Definisi sederhana dari istilah Flashpacker dapat dianggap sebagai Backpacking dengan flash, atau gaya. Salah satu aliran pemikiran mendefinisikan flashpacker sebagai segmen yang berkembang pesat wisatawan yang mematuhi anggaran akomodasi sederhana dan makan, sementara belanja bebas, bahkan berlebihan, untuk kegiatan di tempat tujuan yang mereka pilih.
2. Gap-Packer
"Gap-packer" adalah kata baru yang digunakan biasanya untuk merujuk kepada orang-orang yang backpack ke beberapa negara dalam waktu singkat sedangkan pada tahun kesenjangan antara sekolah dan universitas, atau antara universitas dan pekerjaan pertama mereka.
3. Megaloping
Megaloping adalah kata baru untuk menyebut Backpacking hanya menggunakan angkutan umum.
Cara memulai jadi seorang Backpacker
Menurut riset dan penelitian saya sendiri sih ya haha *dilemparin konblok* yang pertama, kita harus "berani". Berani memulai hal-hal yang baru. Kita juga harus siap Fisik dan mental. Karena sudah pasti jadi seorang backpacker lebih menguras tenaga kita dan mentally pasti kita juga akan merasa jenuh. Ya tergantung kita menyikapinya aja sih. Kalau kita tetep enjoy, ya pasti kita akan tetep menikmati segala penderitaan selama perjalanan *evil laugh*.
Backpacker juga terkenal dengan "jalan jalan serba terbatas" maksudnya? Lhoo tunggu dulu. Maksudnya serba terbatas disini itu, ya memang dengan anggaran yang tidak se-longgar dengan mereka yang pergi dengan Biro wisata ataupun mereka yang memang berkocek besar. Namun tetap tidak mengurangi pleasure dari sebuah perjalanan tersebut. Jadi, pastikan kita sudah mensurvei tempat yang hendak kita kunjungi. Cek angkutan apa yang tersedia disana, makanan yang bisa dimakan disana, penginapan yang bisa ditempati, maupun tempat rekreasi yang ada disana. Dengan begitu, kita bisa mengira-ngira berapa biaya yang akan dikeluarkan nantinya sehingga kebutuhan akan terpenuhi.
tulisan: Eva Amelia
gambar: Google.com
Yap,kali ini kita bakalan ngupas tuntas tentang backpacking dan segala sesuatunya.
Backpacking sendiri bisa dibilang mulai muncul dan dilakukan pada kaum Hippie pada tahun 60'an. Mereka melakukan perjalanan dengan hal-hal yang bisa dibilang konvensional dan mengandalkan sebuah tas besar yang mereka kenakan kemana mana. Ya, gampangnya sih.. Backpacker itu seorang yang melakukan perjalanan dengan cost tidak terlalu besar, ransel besarnya sehingga mobilitas mereka tidak terbatas, dan tentunya tidak menghilangkan rasa 'waw' dalam segala perjalanan yang mereka lakukan. Atau simplenya lagi sih ya, 'anti mainstream'~~ *dilemparin batu*
1. Flashpacker
Definisi sederhana dari istilah Flashpacker dapat dianggap sebagai Backpacking dengan flash, atau gaya. Salah satu aliran pemikiran mendefinisikan flashpacker sebagai segmen yang berkembang pesat wisatawan yang mematuhi anggaran akomodasi sederhana dan makan, sementara belanja bebas, bahkan berlebihan, untuk kegiatan di tempat tujuan yang mereka pilih.
2. Gap-Packer
"Gap-packer" adalah kata baru yang digunakan biasanya untuk merujuk kepada orang-orang yang backpack ke beberapa negara dalam waktu singkat sedangkan pada tahun kesenjangan antara sekolah dan universitas, atau antara universitas dan pekerjaan pertama mereka.
3. Megaloping
Megaloping adalah kata baru untuk menyebut Backpacking hanya menggunakan angkutan umum.
Cara memulai jadi seorang Backpacker
Menurut riset dan penelitian saya sendiri sih ya haha *dilemparin konblok* yang pertama, kita harus "berani". Berani memulai hal-hal yang baru. Kita juga harus siap Fisik dan mental. Karena sudah pasti jadi seorang backpacker lebih menguras tenaga kita dan mentally pasti kita juga akan merasa jenuh. Ya tergantung kita menyikapinya aja sih. Kalau kita tetep enjoy, ya pasti kita akan tetep menikmati segala penderitaan selama perjalanan *evil laugh*.
tulisan: Eva Amelia
gambar: Google.com
Kamis, 14 Maret 2013
Kepariwisataan 1
Kepariwisataan
Dosen : Edy Prihantono
Eva Amelia / 1261571
1SA04
1 ).Apa yang harus kita siapkan sebelum kita melakukan perjalanan wisata?
Tentu sebelum melakukan perjalanan wisata kita harus menyiapkan beberapa hal. Menurut pengamatan saya sendiri perjalanan wisata dibagi dalam beberapa jenis, mulai dari apa yang akan kita lakukan, menggunakan apa, dan banyak hal lainnya. Baiklah, kita mulai saja membahas yang pertama.
1. Survei
Apabila kita hendak melakukan perjalanan wisata, ada baiknya kita mereview atau mensurvei tempat tersebut melalui interet. Sehingga kita dapat mengetahui apa yang terdapat disana dan apa yang dapat kita lakukan disana.
2. Penyusunan Itenary
Itenary sendiri adalah melakukan penyusunan rute dan kegiatan yang akan kita lakukan sehingga mudah untuk mengatur waktu dan juga biaya yang akan dikeluarakan.
3. Packing
Tentu saja dalam perjalanan wisata kita akan membawa hal-hal yang kita butuhkan kelak. Seperti misalnya mempersiapkan baju yang hendak kita bawa sesuai dengan itenary kita, alat mandi, obat-obatan pribadi dll.
Dan yap, Here we go! Anda siap untuk melakukan sebuah perjalanan wisata! Dan jangan lupa berdoa sebelum berangkat agar sampai tujuan dengan selamat dan anda pun dapat menikmati perjalanan wisata anda.
Dosen : Edy Prihantono
Eva Amelia / 1261571
1SA04
1 ).Apa yang harus kita siapkan sebelum kita melakukan perjalanan wisata?
Tentu sebelum melakukan perjalanan wisata kita harus menyiapkan beberapa hal. Menurut pengamatan saya sendiri perjalanan wisata dibagi dalam beberapa jenis, mulai dari apa yang akan kita lakukan, menggunakan apa, dan banyak hal lainnya. Baiklah, kita mulai saja membahas yang pertama.
1. Survei
Apabila kita hendak melakukan perjalanan wisata, ada baiknya kita mereview atau mensurvei tempat tersebut melalui interet. Sehingga kita dapat mengetahui apa yang terdapat disana dan apa yang dapat kita lakukan disana.
2. Penyusunan Itenary
Itenary sendiri adalah melakukan penyusunan rute dan kegiatan yang akan kita lakukan sehingga mudah untuk mengatur waktu dan juga biaya yang akan dikeluarakan.
3. Packing
Tentu saja dalam perjalanan wisata kita akan membawa hal-hal yang kita butuhkan kelak. Seperti misalnya mempersiapkan baju yang hendak kita bawa sesuai dengan itenary kita, alat mandi, obat-obatan pribadi dll.
Rabu, 13 Februari 2013
Tugas Penulisan Bahasa Iklan (4)
Copywriting Task 4
Eva Amelia / 12612571
Lecture : Mrs. Mila Rosmaya
ps : My acting was sucks. But I've tried hard to this! haha lol. Btw sorry for the bad videos quality.
Gunadarma University 2013.
Eva Amelia / 12612571
Lecture : Mrs. Mila Rosmaya
ps : My acting was sucks. But I've tried hard to this! haha lol. Btw sorry for the bad videos quality.
Gunadarma University 2013.
Langganan:
Postingan (Atom)







