Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 April 2013

3 Tempat berburu oleh-oleh khas Minang


Jalan-jalan ke Sumatera Barat, jangan pulang dengan tangan hampa. Ada 3 tempat untuk berburu oleh-oleh khas Ranah Minang di sana, dari kripik sinjai hingga miniatur Jam Gadang. Yuk belanja!

Tak hanya alam dan budaya saja, Sumatera Barat punya aneka oleh-oleh khas yang wajib dibeli. Oleh-oleh tersebut dapat Anda simpan sebagai kenang-kenangan atau suvenir untuk keluarga dan kerabat. Asyiknya, oleh-oleh tersebut harganya tak mahal.


1. Kripik Balado Shirley, Padang

Kripik Balado Shirley adalah tempat berburu oleh-oleh camilan khas Minang. Letaknya berada di Jl Gereja no 36, Kota Padang. Asyiknya, toko ini lmenyajikan makanan juga beragam kuliner ala Sumatera Barat yang terkenal pedasnya!

Tokonya cukup luas dan bersih. Aneka camilan yang ada di toko ini yaitu keripik balado aneka rasa, daka-daka, keripik kentang, kerupuk opak lado kering, kripik sinjai, dan masih banyak lagi. Tak hanya itu, ada juga aneka bumbu rendang, bumbu pecel, dan bumbu masak lainnya.

Aneka camilan berjejer rapi di dalam rak. Pada tiap raknya tercantum harga-harga tiap camilan sehingga Anda dapat menghitung bujet yang diperlukan untuk belanja. Tiap camilannya pun dapat Anda cicipi dulu sebelum membelinya.

Harga camilan di toko ini berkisar puluhan ribu rupiah, tergantung beratnya kemasan. Tenang saja, harganya masih terjangkau. Jika membeli dalam jumlah banyak, Anda akan diberi kardus kemudian diselotip tebal, tak perlu biaya tambahan. Toko ini buka mulai pukul 10.00-22.00 WIB. Siap-siap berburu banyak camilan yang lamak bana!

2. Kiniko Enterprise, Tanah Datar

Ranah Minang tidak hanya dikenal dengan kulinernya yang pedas. Di Tanah Datar, Anda bisa membeli kopi daun yang nikmat di Kiniko Enterprise. Traveler pecinta kopi wajib datang ke sini.

Toko kopi ini terletak sekitar 1 jam dari Kota Padang. Kopi daun adalah oleh-oleh yang paling diburu di sini. Kopi ini tidak terbuat dari biji kopi, melainkan dari daun kopi. Di sinilah keunikannya, ada aroma dan rasa tersendiri saat Anda menyicipnya. Kopinya pun tidak terlalu pekat, apalagi Anda bisa meminumnya dengan batok kelapa seperti orang Minang zaman dulu. Mantap!

Selain itu, ada juga kopi Kiniko yang khas dan berbagai macam teh. Harga satu seduh kopi daun tak lebih dari Rp 10 ribu. Untuk membeli satu paketnya, tak lebih dari Rp 20 ribu. Ayo beli yang banyak kopi khas ranah Minang ini!

3. Pelataran Jam Gadang, Bukittinggi

Kalau jalan-jalan ke Bukittinggi, jangan lupa mampir ke Jam Gadang. Inilah landmark paling terkenal dari Bukittinggi, sebuah menara jam yang menjulang tinggi, tiap angkanya menggunakan angka Romawi kuno.

Di sekitar pelataran Jam Gadang, Anda bisa berburu aneka baju untuk oleh-oleh. Tak sedikit traveler yang berbelanja di sini. Baju-bajunya beragam motif dan warna, seperti gambar Jam Gadang, bertuliskan I Love Bukittinggi, hingga peta wisata di Sumatera Barat. Keren!

Harganya pun beragam tergantung ukuran, bahan, dan pintar-pintarnya Anda menawar. Kisaran harganya mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 100 ribu. Selain baju, jangan lupa beli miniatur Jam Gadang. Harganya sekitar Rp 30 ribu saja, cocok untuk Anda pajang di rumah atau meja kantor.
 

sumber: travel.detik.com

Tempat nongkrong wajib di kota Batu.



Ada tempat nongkrong wajib saat traveling ke Kota Batu, Pos Ketan namanya. Berada di Alun-alun Batu, kios kecil ini selalu dipenuhi orang yang memesan aneka jenis ketan. Anda pun bisa merasakannya sendiri.

Pos Ketan berada kawasan Alun-alun Batu. Hampir setiap hari, tempat ini selalu dipenuhi orang, baik warga lokal Batu atau pun wisatawan.

detikTravel pun sempat berkunjung langsung ke Pos Ketan Kamis (28/3/2013) malam lalu. Saat itu saya dan beberapa rekan wartawan sengaja berkunjung ke Alun-alun Batu untuk mencari kudapan malam.

Dari kejauhan, sudah tampak antrean panjang di depan Pos Ketan. Puluhan bangku yang disediakan pun penuh diisi pengunjung. Menegok ke warung, tertera tulisa nPos Ketan Legenda 1967. Oh ternyata warung ketan ini sudah ada sejak tahun 1967.

Tanpa ragu saya pun bergegas masuk ke dalam warung. Di bagian dalam ternyata tak kalah ramai. Banyak orang yang berdiri di dalam untuk memesan ketan.

Ada berbagai jenis olahan ketan yang dijual Pos Ketan, antara lain ketan keju susu, ketan keju cokelat susu, dan ketan serundeng. Harganya beragam mulai Rp 3.000-5.000/piring.

Ditanya ketan apa yang paling digemari, sang pelayan warung menjawab "Semua ketan disukai kok."

Saya pun menjatuhkan pilihan pada ketan keju susu. Selesai memesan, ternyata setiap pembeli akan diberikan nomor antrean. Saya pun mendapat nomor 67.

Setelah memegang nomor, saya langsung mencari tempat duduk. Agak susah memang, karena hampir seluruh tempat terisi pengunjung, dan kebanyakan anak muda bersama teman-teman satu geng.

Berkeliling cukup lama, akhirnya tempat lesehan menjadi lokasi saya dan teman-teman menunggu pesanan. Ditemani semilir angin dingin khas Kota Batu, saya mulai menikmati keramaian Pos Ketan.

"Nomor 56," teriak salah seorang pelayan yang akan mengantarkan ketan. Rupanya begini cara mereka memberikan pesanan.

Para pelayan akan berkeliling sekitar tempat duduk, dan memberikan pesanan. Telinga tentu harus selalu siaga agar ketan tidak terlewat.

sumber: travel.detik.com


Jumat, 29 Maret 2013

Hotel bertaraf internasional pertama di Malang


Malang - Pariwisata Kota Malang tampaknya semakin terbuka lebar. Selain memiliki banyak destinasi menarik, turis akan semakin nyaman karena kini sebuah hotel bertaraf internasional pertama hadir di Malang.

"Harris Hotel & Conventions Malang, hotel bertaraf internasional pertama di Malang," kata General Manager, Harris Hotel, Stylianos Koureas dalam jumpa pers Grand Opening Harris Hotel & Conventions Malang, di Ballroom Harris Hotel & Conventions Malang, Jl Jend A Yani Utara, Riverside C-1, Malang, Kamis (28/3/2013) malam.

Harris Malang, lanjut Koureas, memiliki desain yang berbeda. Kalau biasanya hotel di tengah kota biasanya tampil dengan kesan formal, tidak dengan Harris Malang. Hotel berbintang 4 ini tampil dengan kasual.

"Desain baru Harris ini sangat nyaman, kamarnya juga, ada extra bed yang nyaman dan minibar," lanjut Koureas.

Hotel ini memiliki total kamar 229, dan ruang pertemuan yang bisa memuat 1.500 orang. Tak hanya itu, Harris Malang adalah satu-satunya hotel di Kota Malang yang memiliki wedding chapel.

"Ada tiga kolam renang, infinity pool, family pool dan kids pool," jelas Koureas.

Untuk kamar, setiap kamar di sini dilengkapi televisi, shower, bedroom, minibar, hairdryer dan masih banyak lagi.

"Ada guling juga, jadi Anda tidak perlu membawa guling dari rumah," imbuh Koureas.

Uniknya, tamu yang datang di hotel ini akan menemukan jamu corner dan juicebar. Khusus juicebar, hotel ini mengaku menyediakan jus paling segar. Jus yang disajikan tanpa gula, jadi murni buah.

"Ini karena Harris dikenal dengan gaya hidup sehat," ucap Koureas.

Nah, untuk Anda yang membawa anak, jangan takut mereka bosan. Harris Malang juga dilengkapi fasilitas khusus bernama kids club. Di sana tamu bisa mengajak sang buah hati bermain. Tempat ini buka setiap hari mulai pukul 09.00-17.00 WIB.

Penasaran dengan harganya?

"Harganya mulai Rp 498.000 nett/malam," ucap Koureas.

Harris Hotel & Convention Malang memiliki lokasi yang sangat strategis. Hotel ini berada di tengah kompleks Perumahan Riverside.

Asyiknya, untuk mencapai hotel ini, Anda tidak akan menghabiskan waktu banyak. Letaknya hanya 20 menit dari Bandara Abdul Rahman Saleh, dan hanya 30 menit dari Kota Batu.

"Ini adalah hotel Harris ke 12, dari total 38 hotel hingga tahun 2015," ujar Brand Director Harris, Christopher Glass, di kesempatan yang sama.

Sebelum menutup jumpa pers, Glass memberi bocoran agar bisa mendapat hotel dengan harga murah.

"Booking dari jauh-jauh hari bisa dapat harga yang murah," tutupnya.


sumber : travel.detik.com


Keindahan kawah Ijen


Kawah Ijen terletak di Gunung Ijen, Jawa Timur, menawarkan kecantikan baik di pagi maupun malam hari. Di tengah keindahan yang memukau tersebut, ada juga geliat kehidupan, sebuah potret kehidupan para penambang batu belerang.

Kawah Ijen merupakan salah satu destinasi andalan di Jawa Timur. Bukan saja turis lokal yang datang, namun juga turis mancanegara. Kawah ini berada di Gunung Ijen yang berada di perbatasan Bondowoso dan Banyuwangi.

Gunung Ijen mengungkap sisi berbeda selain objek wisata. Ada aktifitas penambang belerang juga di sana. Setiap hari menempuh medan yang lumayan sulit menurut saya.

Saat berkunjung dan melihatnya sendiri, saya pun merasakan betapa beratnya beban yang dibawa dengan medan yang sulit. Tanjakan antara 25 sampai 35 derajat, 3 km jalur pendakian dan harus turun dari bibir kawah antara 200 meter untuk mencapai dasar. 


Kamis, 21 Maret 2013

Si gurih dan kenyal, Papeda!

Papeda dan kuah ikan kuning
Beragam lauk lezat semakin nikmat saat dimakan bersama salah satu makanan pokok khas Papua, yaitu papeda. Saat melancong ke sini, jangan lupa mencoba makanan kental lezat yang satu ini ya!

Setibanya di Timika, Papua, saya dan tim Dream Destination Papua 2 istirahat sampai tiba waktunya makan siang. Sempat bingung untuk memilih menu untuk makan siang, setelah melihat daftar menu makanan terlihat ada menu yang wajib yang harus dicoba yaitu papeda.

Kurang lengkap rasanya kalau berkunjung ke Papua tidak mencoba menu yang satu ini. Maka dari itu saya berniat untuk mencoba menikmati hidangan papeda.

Papeda atau bubur sagu merupakan makanan pokok masyarakat papua. Papeda ini terbuat dari tepung sagu yang didapat dari pohon sagu pilihan.

Untuk mendapatkan tepung sagu, harus memeras sari pati sagu dari batangnya. kemudian baru bisa mendapatkan tepung yang dapat diolah menjadi papeda.

Papeda biasanya disajikan dengan ikan kuah kuning, yang berbumbu kunyit dan jeruk nipis. Ada pun menu tambahannya yaitu sayur kangkung dan bunga pepaya yang juga berkhasiat untuk mencegah malaria.

Nikmat sekali rasanya bisa menikmati papeda asli dari Papua. Bagi kalian yang berkunjung ke Papua jangan pernah melewatkan menu yang satu ini.

Es Krim Ragusa, dulu dan kini

Nama Ragusa berasal dari dua orang berkebangsaan Italia yang datang ke Indonesia pada tahun 1930-an, Luigie Ragusa dan Vincenzo Ragusa. Pada tahun 1932, Ragusa bersaudara mulai membuka kafe es krim di pasar Gambir (Jakarta Fair). Karena dinilai tempatnya terlalu sepi dan hanya ramai setahun sekali, tahun 1947 mereka membuka kafe di Jl. Veteran I No. 10 Jakarta Pusat, yang menjadi pusat pembuatan dan penjualannya sampai sekarang.
ragusa sekarang
 Selama menekuni bisnis es krim, dua bersaudara Italia tersebut dibantu Jo Giok Siaw. Ibu Hj. Sias Mawarni, menantu dari Jo Giok Siaw, dan suaminya yang meneruskan penjualan es krim ini.
Kedai es krim ini menempati bangunan bergaya khas Belanda beserta kursi-kursi yang terbuat dari rotan dengan model kuno dan meja yang sederhana sebagai pelengkapnya. Ruangan ini pun tidak menggunakan AC, hanya menggunakan kipas angin dan atap bangunan yang tinggi sehingga dapat mengurangi udara yang panas.
 Di sekeliling dinding, terdapat foto-foto hitam putih yang menggambarkan bagaimana rupa Es Krim Ragusa sebelumnya dan potret sudut-sudut kota Jakarta jaman dulu. Ada juga mesin kasir kuno dan tempat untuk menyajikan es krim yang antik. 

Spagheti Ice Cream, yummy!
Es krim Ragusa menggunakan bahan-bahan berkualitas mulai dari susu sampai bahan lainnya. Semuanya dibuat secara handmade, bukan diambil dari pabrik jadi kualitas akan tetap terjaga serta tidak menggunakan pengawet. Yang paling terkenal di sana adalah Spaghetti Ice Cream, es krim vanili yang disajikan berulir-ulir seperti tumpukan spaghetti dan diatasnya ditaburi kacang, coklat dan sukade.

Siapa tertarik? 

Sumber: unikgaul.com





Keindahan Danau Toba



Danau Toba kini menjadi salah satu keajaiban wisata alam yang menakjubkan di nusantara. Danau Toba adalah danau berkawah yang sangat besar dimana pusat pulaunya hampir seluas negara Singapura. Dengan luas 1.145 kilometer persegi, Danau Toba menjadi danau terluas di Asia Tenggara dan terdalam di dunia yaitu sekitar 450 meter. Danau bertipe vulkanik ini merupakan danau terbesar kedua di dunia sesudah Danau Victoria di Afrika.

Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir. Di tengah Pulau Samosir terdapat dua danau indah yang diberi nama Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang. Daerah di sekitar Danau Toba memiliki hutan pinus yang tertata asri, serta terdapat beberapa air terjun yang sangat mempesona. Udaranya yang bersih dan sejuk sangat cocok menjadi tujuan wisata bersama keluarga Anda. Banyak aktifitas yang dapat Anda lakukan di sini. Berenang bersama keluarga, bersepeda, dan mendaki gunung.

Selain keindahan alamnya, nikmati pula berbagai wisata sejarah asli masyarakat Batak Toba. Anda akan menemukan berbagai peninggalan zaman purbakala seperti kuburan batu, makam Raja Sidabutar, yang usianya sudah 500 tahun. Juga terdapat Patung Sigale-Gale (Patung yang bisa menari). Di pulau ini Anda dapat menemukan segala jenis kebudayaan Toba yang unik dan kuno. Tunggu apalagi? Masih mencari tujuan wisata untuk menghabiskan waktu liburan bersama keluarga? Datanglah ke Danau Toba, dan nikmati keindahan wisata alam negeri sendiri.

Sumber : Kaskus.com

Rabu, 20 Maret 2013

Tiga Ombak Terdahsyat di Indonesia


Langsung saja tanpa basa-basi kita mulai.

1. Pantai Tanjung Setia

Pantai yang terletak di sepanjang pantai barat Lampung ini belum banyak dikenal orang. Tempatnya terpencil dan berselimut hutan lebat di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Pantai ini juga tak sepopuler Pantai Kuta di Bali atau Pantai Senggigi di Lombok.

Namun siapa sangka di balik itu semua, ombak di pantai tanjung setia begitu memikat para peselancar dunia. Bahkan tak jarang ada yang mengatakan inilah salah satu surganya para peselancar karena ombaknya sejajar dengan yang ada di Hawaii. Peselancar mancanegara yang suka berkunjung ke Pantai ini berasal dari Portugal, Afrika Selatan, Australia, Amerika, Spanyol, Belanda dan Jepang. Di pantai ini juga sering diadakan kompetisi surfing internasional.

Pantai Tanjung Setia berjarak 273 km atau 7 jam perjalanan darat dari Kota Bandar Lampung. Pantai yang terletak di Desa Tanjung Setia, Kabupaten Lampung Barat ini berada tepat di jalur arus besar Samudera Hindia. Hal ini membuat pantai ini memiliki ombak yang konstan. Pantai ini paling baik dikunjungi saat bulan Juni-Agustus karena ombaknya sangat bagus. Pada bulan tersebut, ombak bisa setinggi 6-7 meter dan dengan panjang mencapai 200 meter.

Selain karakteristik ombak yang menantang, panorama alam di sekitar pantai juga menyajikan pemandangan yang menarik untuk dinikmati. Pohon palem yang tumbuh lebat dan hijau di sekitar pantai menghadirkan suasana alam yang menyegarkan. Selain itu, kondisi pasir yang halus, bersih, dan putih bak mutiara menjadikan pantai ini sangat cocok untuk tempat berjemu.

Pantai yang terletak di sebuah teluk kecil ini sering digunakan oleh turis-turis asing untuk tempat memancing karena di pantai ini kaya akan ikan laut mulai ikan Tuna sampai Blue Marlin, Ikan jenis ini memiliki berat hingga mencapai 50 – 70 kilogram dengan ukuran panjang 170 sentimeter. Disini juga sudah tersedia cottage yang alami yang bangunannya menyatu dengan alam.

Lokasi Pantai Tanjung Setia

Pantai Tanjung Setia Lapung Terletak di Desa Tanjung Setia, Pesisir Selatan Kabupaten Lampung Barat, pantai mempesona ini terletak 52 km dari ibu kota kabupaten Liwa ke arah Krui, dan 273 km atau 6-7 jam dari ibu kota propinsi Bandar Lampung.



2. Pantai Plengkung G-Land

Ingin berselancar? beberapa pantai di Indonesia terkenal dengan surganya para peselancar. Sebut saja pantai - pantai yang ada Bali, Ombak Bono di Sungai Kampar dan pantai lainnya. Namun selain nama-nama di samping ada sebuah pantai di kawasan Banyuwangi yang ombaknya tak kalah menantang.

Pantainya sudah terkenal di mata para peselancar mancanegara. Nama pantainya adalah Plengkung atau lebih terkenal dengan sebutan G-Land yang berada di di Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur. Konon kabarnya G-Land ini memiliki ombak terbesar dan tertinggi kedua di dunia serta terpanjang di dunia. Dan menjadi salah satu yang terbaik dengan ombak setinggi 4-6 meter sepanjang 2 Km dalam formasi 7 gelombang bersusun.

Ombaknya No 2 Setelah Hawai

Ombak di Plengkung ini adalah nomor dua setelah Hawaii dan yang memiliki ombak terus menerus sepanjang tahun. Bagi para surfer, bulan Juli-September adalah waktu terbaik untuk mengunjungi pantai G-Land. Saat itu, ombak di pantai ini sedang bagus-bagusnya. Ombak di pantai ini terbagi menjadi 3 tingkatan, yaitu Kong Waves (tinggi ombak mencapai 6-8 meter), Speedis Waves (5-6 m), dan Many Track Waves (3-4 m). Tak mengherankan lantaran ombaknya yang begitu menantang, di tempat ini pernah diselenggarkan lomba selancar internasional Quicksilver Pro Surfing Championship pada 1995, 1996, dan 1997.

Untuk sebutan G-Landnya sendiri diberikan oleh penemunya karena wilayah ini menyerupai huruf G bila dilihat dari atas, kebetulan saat ditemukan pertama kali, penemunya sedang dalam perjalanan terbang dengan pesawat terbang diatas G-Land. Selain itu nama G-Land ini juga mengindikasikan dari kata Grajagan, yaitu nama dari sebuah teluk.

Sedangkan orang pertama yang mempopulerkan pantai dan ombak ini di Pantai Plengkung adalah Bob Laverty dan Bill Boyum di tahun 1972. Kemudian mereka mendirikan surf camp di sana dan akhirnya dikenal luas peselancar kelas dunia dari berbagai negara. Berikutnya, Bobby Radiasa seorang peselancar dari Bali , mengembangkan surf campdan mengelolanya hingga saat ini.

Pantai Plengkung ini selain bagus untuk surfing juga memiliki kombinasi tiga warna. Pantai G-Land mempunyai kombinasi tiga warna, yaitu putih, biru, dan hijau. Pemandangan tersebut akan terlihat dari laut. Sungguh pemandangan yang berbeda dari Bali atau pun Hawaii. Kalau Hawaii dan Bali, dibelakang pantainya itu gedung-gedung. Namun G-Land ini dilatarbelakangi oleh hutan yang hijau




3. Ombak Bono Riau

Ombak ini bukanlah ada di pantai seperti kebanyakan ombak lainnya, melainkan terdapat di sebuah sungai di Riau, tepatnya di Sungai Kampar. Walaupun di sungai, liarnya ombak tak kalah dengan yang ada di pantai. Tak heran, para penikmat ombak liar dari mancanegara sering datang ke tempat ini untuk berselancar.

Gelombang bono memiliki tinggi 4 hingga 6 meter dan membuat para surfer merasa tertantang. Selain tinggi, ombak ini juga panjang, sehingga membuat acara menyusur ombak terasa lebih seru bagi peselancar. Konon, hanya terdapat dua lokasi Bono di dunia yang tergolong besar, yakni di Brazil tepatnya di kuala Sungai Amazon dan lainnya di kuala Sungai Kampar, Pelalawan, Riau. Dan ombak Bono kuala Sungai Kampar disebut lebih besar dibandingkan ombak Bono di Sungai Amazon.

Gelombang Tujuh Hantu

Menurut cerita masyarakat Melayu lama, ombak Bono terjadi karena perwujudan 7 (tujuh) hantu yang sering menghancurkan sampan maupun kapal yang melintasi Kuala Kampar. Ombak besar ini menakutkan bagi masyarakat sehingga untuk melewatinya harus diadakan upacara semah. Ombak ini sangat mematikan ketika sampan atau kapal berhadapan dengannya. Tak jarang sampan hancur berkeping-keping di hantam ombak tersebut atau hancur karena menghantam tebing sungai. Tak sedikit kapal yang diputar balik dan tenggelam akibatnya.

Dahulunya gulungan ombak ini berjumlah 7 (tujuh) ombak besar dari 7 hantu. Ketika pada masa penjajahan Belanda, kapal-kapal transportasi Belanda sangat mengalami kesulitan untuk memasuki Kuala Kampar akibat ombak ini. Salah seorang komandan pasukan Belanda memerintahkan untuk menembak dengan meriam ombak besar tersebut. Entah karena kebetulan atau karena hal lain, salah satu ombak besar yang kena tembak meriam Belanda tidak pernah muncul lagi sampai sekarang. Maka sekarang ini hanya terdapat 6 (enam) gulungan besar gelombang ombak Bono.

Pertemuan Arus Sungai dan Laut

Nah, ombak Bono dijelaskan secara ilmiah merupakan fenomena alam yang terjadi karena pertemuan arus Sungai Kampar dengan arus Laut China Selatan. Sungai biasanya hanya memiliki aliran, yaitu dari hulu menuju hilir. Kadang, ada juga bagian sungai yang membuatnya terlihat seperti memiliki gelombang, namun itu hanyalah karena ada batu yang menahan laju aliran air. Beda halnya dengan yang ada di Sungai Kampar, di sini, bukan arus yang terlihat melainkan gelombang.

Meski terjadi sepanjang tahun, namun gelombang ini memiliki waktu-waktu terbaik. Jika ingin merasakan ombak yang besar dan panjang, datanglah pada saat bulan purnama, demikian dikutip dari buku Surfer Village).

Namun patut diingat jangan sekali-kali berani menaklukkan Gelombang Bono jika belum mahir berselancar. Karena jika Anda tidak bisa bertahan di atas ombak, Anda bisa hilang terseret gelombang dan muncul di hutan yang letaknya beratus meter atau bahkan kilometer dari tempat asal. Dan yang lebih buruknya lagi, Anda bisa saja jadi santapan buaya liar yang sedang lapar.


sumber : Kaskus.com